perekonomian meningkat, budaya gotong royong meluntur?

Cikupa.sideka.id-Hampir 85% warga Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat  bermata pencaharian petani. Oleh karena itu, pembangunan jalan usaha tani dari dana desa yang bersumber APBN dinilai tepat. “Kita bangun jalan desa, jalan usaha tani di tengah sawah/kebun yang selama ini masyarakat tidak bisa pakai kendaraan sekarang bisa, jadi lebih mudah dan lancar pengangkutan hasil bumi/panen. Jalan usaha tani ini sepanjang 200 meter x 2,5 meter, jalan lanjutan Lemburtengah-Ciparaya yang terletak di Dusun Mekarjaya Desa Cikupa Kecamatan Karangnunggal, dari dana desa yang bersumber APBN tahap 3. Ada juga anggaran yang bersumber dari APBN tersebut di antaranya digunakan untuk upah pekerja, yang melibatkan warga miskin dan pengangguran, Kami fokus pada petani ka­renanya membuat jalan usaha tani. Kalau dulu susah untuk pelihara padi, susah beli pupuk ke luar dan susah bawa hasil bumi/panen, maka dibuatkan jalan usaha tani dari dana desa ini” ungkap Kepala Desa Cikupa, Bapak Yudha Heryadhi.

Di lokasi terpisah Bendahara Tim Pengelola Kegiatan (TPK), Ibu Dedeh Mustika (48), menuturkan curhatannya ke Cikupa.sideka.id, bahwa dengan adanya pembangunan dana desa tersebut diatas “Sangat disayangkan budaya gotong royong di desa kita mulai luntur, mungkin salah satu faktor yang melunturkan semangat gotong royong barangkali dikarenakan banyaknya bantuan yang diberikan membuat orang mulai hilang semangat, ketergantungan pada bantuan sering terlihat. Sudut pandang orang terhadap bantuan terkadang yang menyurutkan semangat kegotongroyongan tersebut. Dulu, sebelum begitu banyak bantuan langsung ke masyarakat, orang rela berswadaya, bergotongroyong memperbaiki lingkungan mereka. Tapi, setelah adanya bantuan, kadang orang berfikir tak perlu lagi gotong royong karena tenaga kerja sudah dibayar menggunakan uang bantuan. Bukan itu saja, era globalisasi membuat budaya-budaya asing turut masuk dan mempengaruhi sebagian masyarakat. Perkembangan jaman telah membentuk karakter-karakter baru, sudut pandang orang juga sudah mulai berubah.Ya, apapun alasannya sekarang ini semangat kegotongroyongan memang terlihat sudah mulai luntur. Meskipun banyak cara yang ditempuh untuk membangkitkan kembali semangat ini, nyatanya begitu berat rintangan yang harus dihadapi. Semoga saja masih ada masyarakat yang peduli dan terus melestarikan budaya gotong royong, karena warisan leluhur inilah salah satu yang bisa menjadi pemersatu bangsa. Harapannya akan muncul terobosan baru untuk membangkitkan kembali semangat gotongroyong ini, seperti di desa cikupa yang mencanangkan gotong royong dengan tema jum’at bersih. Sangat disayangkan apabila nantinya budaya gotong royong ini benar-benar hilang di masyarakat Indonesia. Mohon koreksi apabila pendapat ini keliru“.

Seyogyanya upaya program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dan memperkuat implementasi tata kelola pemerintahan dalam pembangunan yang berbasis langsung dari inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun infrastruktur dasar perdesaan patut kita apresiasi yang setinggi-tinginya. Karena pada intinya tujuan pembangunan ini adalah dari kita, oleh kita dan untuk kita.

Bravo, Desa Cikupa ngawangun…! Irman/Ckp

About Pemdes Cikupa 279 Articles
Hayu Ngamajukeun Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan