Pengrajin bambu, susah raih pasar

Cikupa.sideka.id- Para pengrajin bambu dalam memproduksi industri kreatif sedang nyala-padam, soalnya, hingga saat ini terkendala oleh pemasaran. Seperti yang terjadi dari hasil kreatifitas para pengrajin bambu yang digawangi oleh kelompok muda-mudi di Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Produksi masih dalam sekala pre-order, jika ada yang pesan baru dibuat, sehingga produk yang berbahan dasar bambu hitam tersebut,belum dapat menjangkau pasar yang lebih besar.

“Ini kita buat jenis dari bahan bakunya bambu hitam, seperti kursi dan meja, tapi kita terkendala pemasaran,’’ungkap, salah satu pengrajin, Enceng, baru ini kepada jurnalis cikupa sideka.id- Selasa (18/9). Dari hasil kreatifitasnya, hanya mampu menjual seadanya, sebulan kadang ada, kadang tidak yang pesan. Walaupun dia sudah mematok harga cukup murah, seperti kursi dan meja, jauh beda dengan harga produk sejenis di tempat lain.

“Beberapa waktu yang lalu Kita sudah pernah bawa ke galeri pameran di salah satu  pantai yang berada di Pantai Selatan Jawa,tapi belum ada hasil yang signifikan, bahkan kita minta bantuan Disperindagkop, tapi respon, masih sangat lemah,’’ jelasnya.

Bukan hanya itu, ibu-ibu di Desa Cikupa, juga tak kalah saingnya dalam hal kerajinan tangan, yaitu membuat  anyaman pipiti/tempat nasi dari bambu, namun hal itu sama saja terkendala pemasaran dan masih skala kecil, hanya dijual daerah sekitar itu pun jika ada yang hajatan atau sukuran, belum lagi ditambah saingan dengan produk dari bahan stereofom atau plastik. “Mudah-mudahan kedepannya tingkat pesanan kursi/meja ataupun pipiti lebih meningkat dan pemerintah bisa memfasilitasi dalam pemasarannya” tambahnya lagi. (Irman/Ckp)

About Pemdes Cikupa 279 Articles
Hayu Ngamajukeun Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan