Kades Cikupa dan Semua Elemen Masyarakat, dukung jadi desa ODF (Open Defecation Free), 100% Stop BABS

Cikupa.sideka.id – Kesehatan menjadi hal yang terpenting dalam kehidupan. Bertempat di aula Desa Cikupa, Kec. Karangnunggal Kab. Tasikmalaya UPT Puskesmas Kec. Karangnunggal adakan sosialisasi Desa Cikupa 100 % stop BABS (Perilaku Buang Air Besar Sembarangan), Kegiatan Tersebut dihadiri oleh Kepala Desa/Kelurahan, Petugas Kesehatan Puskesmas, Tokoh Agama atau Kader Penggerak Kesehatan/Posyandu. “Ayo kita bantu/dukung program Pemerintah agar setiap Desa/Kelurahan  mencapai Open Defecation Free (ODF), 100%  stop  BABS (Perilaku Buang Air Besar Sembarangan), karena program ini mengedepankan kesehatan masyarakat dan perlu adanya partisipasi serta dukungan masyarakat khusunya di Desa Cikupa” ungkap Kades Cikupa, Yudha Heryadhi dalam sambutannya, pada acara Sosialisasi sosialisasi Desa Cikupa 100 % stop BABS (Perilaku Buang Air Besar Sembarangan), Kamis, (20/9) bertempat di aula Desa Cikupa Kec. Karangnunggal Kab. Tasikmalaya.

Pengertian ODF bagi Desa, ODF atau open Defecation Free adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini.

Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Makanya wajar jika setiap Kab/Kota ingin mentargetkan semua desanya ODF. Desa ODF itu memastikan bahwa  Desa/Kelurahan ODF (Open Defecation Free) kondisi 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat, yaitu mencapai perubahan perilaku kolektif terkait Pilar 1 dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Sebagai pemateri dalam acara tersebut yaitu Kuswandi, sebagai Fasilitator STBM/Tim Verifikasi berharap semua masyarakat khususnya di Desa Cikupa agar 100%  stop  BABS (Perilaku Buang Air Besar Sembarangan). Di Kabupaten Tasikmalaya sendiri  ada 10 Desa yang termasuk Stunting dikarenakn kondisi lingkungan yang buruk, salasatunya perilaku BABS (Perilaku Buang Air Besar Sembarangan). Ada beberapa kriteria yang harus dipastikan oleh masyarakat : 1. Lubang kloset wc ditutup, artinya yang berhubungan langsung dengan septitank 2. Jarak septitank dengan wc minimal 10 meter 3. Yang mempunyai bayi atau lansia isi dari pampers bayi/lansia harus dibuang ke dalam kloset, sebelum dibuang ke tempat sampah 4. Setiap orang harus menggunakan wc atau kloset.

Selanjutnya pemateri yang kedua adalah Kepala UPT Puskesmas Kec. Karangnungal, Dadan Kusnanto, SKm. “Ada beberapa strategi agar menjadi Desa ODF yaitu dukung 5 pilar itu, yakni berhenti buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga, Terkait dengan pendekatan keluarga, lima pilar ini adalah pendekatan untuk perubahan perilaku masyarakat” ungkapnya.  (Irman/ckp)

About Pemdes Cikupa 279 Articles
Hayu Ngamajukeun Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan