Fenomena “Kolecer” di Ujung Tasik Selatan

Fenomena Kolecer di Ujung Tasik Selatan Tepatnya di Desa Cikupa, Tasikmalaya ; foto : iman/PanduDesa

Tasikmalaya, cikupa.sideka.id – Musim kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan juga melanda kawasan Jawa Barat. Imbasnya fenomena kekeringan dan tanah retak di pesawahan  terjadi dimana-mana

Uniknya, fenomena alam ekstrem tersebut justru membuat sebagian orang bisa untuk menyalurkan hobinya yaitu membuat kolecer. Kolecer, seperti itu orang sunda menyebutnya yang dalam bahasa Indonesia berarti Kincir Angin ini dibuat dengan bahan sederhana seperti kayu dan bambu.

Tonton Juga :

Meskipun terlihat mudah membuatnya tapi ternyata sangat sulit untuk membuat keseimbangan bambu yang diserut menjadi tipis itu. Hingga berputar kencang ketika dihantam angin dan mengeluarkan bunyi irama khas-nya, permainan tradisional yang satu ini, begitu saya melihat diantara mainan tradisional yang terpublikasi lainnya, mungkin sudah terlihat tanda-tanda akan punah, karena anak-anak hari ini di sibukan dengan game handphonenya atau memang mainan ini berada dipedalaman yang sulit orang mengenal mainan tersebut,? Disetiap daerah pasti ada, apalagi di daerah dataran tinggi.

Seperti halnya di Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang sangat strategis dan masih mentradisikan permainan-permainan tradisional setiap musimnya, salah satunya fenomena “kolecer” (kincir angin) yang sekarang sedang ramai-ramainya dimainkan dari anak kecil, bapak”, ibu” hingga tokoh” yang ada di perdesaan.

Kolecer dalam bahasa indonesia adalah kicir angin foto : iman/PanduDesa

Banyak warga di daerah Desa Cikupa yang memasang kolecer dipekarangan rumah, lapang, sawah maupun pinggir jalan desa, hingga memaksakan diri membuatnya sampai larut malam.

Apabila angin sedang besar, kolecer terdengar gemuruh seperti halilintar “ber-ber” dari baling-baling tersebut, hobi yang digemari oleh sebagian banyak warga tersebut sangat kreatif dari kalangan muda sampai tua serentak saling mengajarkan membuat kolecer dari ukuran kecil sampai ukuran besar.

Salah satu mainan tradisonal ini adalah salah satu kekayaan Indonesia yg harus kita lestarikan dan ajarkan kepada anak-anak kita, sehingga dari zaman ke zaman permainan ini tidak punah, dan harus kita ketahui bahwa orang jepang itu sangat aneh melihat permainan ini katanya (orang jepang).

“naroh mesin nya dimana yah?” Ujar salahseorang pengrajin kolecer, di dalam guyonannya.

Permainan tradisional ini menjadi fenomena yang memikat mata dan telinga, di suguhi dengan kencangnya angin di musim kemarau dan suara irama kolecer “ber-ber” menjadi bukti bahwa telah datang angin tradisional, “Ayo! Nikmati Indahnya Fenomena di Desa Cikupa”. (Iman/PanduDesa)

About Pemdes Cikupa 279 Articles
Hayu Ngamajukeun Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan