Kecewa Pada Pemkab, Kades di Tasikmalaya Serahkan Mobil Dinas Desa

Kendaraan Mobil Desa, terparkir di depat setda tasik

Tasikmalaya,cikupa.sideka – Buntut kekecewaan akan kinerja pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya Ratusan Kades se-Kabupaten Tasikmalaya, beramai-ramai mengembalikan kendaraan operasional desa kepada Pemkab. Tasikmalaya. Mereka memparkir kendaraan mobil dinas desa secara rapi di depan kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (07/11/2019).

Pengembalian kendaraan operasional desa ini merupakan buntut panjang dari unjuk rasa ribuan aparat desa di kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya kemarin lalu, kamis (06/11/2019).

Berikut beberapa alasan dan tuntutan pengembalian mobi dinas desa ke pemkab tasikmalaya, yang disampaikan Ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Tasikmalaya, Panji Permana.

  1. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya agar melakukan langkah-langkah negosiasi dengan pihak Aparat Penegak Hukum, agar teman kami AG Desa Cipakat segera dibebaskan atau tahanan luar, serta meminta peninjauan kembali (PK). Agar kasusnya terang benderang sehingga kasusnya tidak sepihak dan terkesan dipaksakan.
  2. Para kepala desa menuntut pencairan Dana Desa (DD) tahap III, Alokasi Dana Desa (ADD) dan Banprov tepat waktu terealisasi dengan cepat dan tepat. Padahal sejumlah desa sudah menyerahkan laporan administrasi, namun pencairan tidak kunjung dilakukan
  3. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam hal ini inspektorat agar melakukan langkah-langkah koordinasi dengan kejaksaan dalam pemeriksaan dan penyidikan Kades, Desa Sukasukur dengan objektif, tidak sepihak.
  4. Kendaraan Mobil Desa Cipanas Kecamatan Cipatujah yang hilang, sampai saat ini belum diganti oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, padahal dari pihak asuransi sudah dibayarkan ke Kasda Kabupaten.
  5. Agar tidak sulit dan ribet serta prosedur yang rumit, semua kendaraan mobil desa agar dihibahkan ke desa dan menjadi aset desa.

Lebih lanjut, kata Panji Pengembalian kendaraan operasional ini merupakan aksi solidaritas untuk Kepala Desa Cipakat, Singaparna, AG, yang ditahan kejaksaan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Para kepala desa beranggapan kasus hukum yang dialami AG terkesan dipaksakan. AG dituduh menyelewengkan Dana Desa untuk pengadaan alat polindes, karena mengalihkannya untuk membayar pajak bumi dan bangunan warga. Berdasarkan hasil audit Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), kerugian negara lebih dari Rp 129 juta.

“Ini bentuk solidaritas kami untuk Kades Cipakat yang saat ini ditahan kejaksaan. Kasus AG terkesan dipaksakan, di mana salahnya?,” Ucap Pandji Permana, Ketua Apdesi Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami mengharapkan, Desa bisa bekerja ini aman, terjamin dari persoalan hukum. Kasus AG minta perlindungan hukum dari pemda,” tambahnya.

Selain itu, para kepala desa menuntut pencairan Dana Desa (DD) tahap III , Alokasi Dana Desa (ADD) dan Banprov. Padahal sejumlah desa sudah menyerahkan laporan administrasi, namun pencairan tidak kunjung dilakukan.

“Jadi ini merupakan warning bagi ASN dalam hal apa pun, termasuk soal pencairan DD dan ADD. Terkesan dipersulit dengan alasan perubahan SOTK,” kata Pandji.

Dihubungi terpisah, Kabag Pemdes Setda Kabupaten Tasikmalaya Nuraedidin mengatakan, untuk pencairan DD, ADD tahap III dan Banprov, sebagian sudah menerimanya, mungkin akan cair pada minggu depan.

“Kalau tidak salah sebagian sudah, tapi kemungkinan yang belum cair akan menerima pada minggu depan,” katanya.

Menanggapi Kades Cipakat yang terjerat hukum, Kepala Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Alfian mengaku akan mendengar tuntutan kepala desa terkait kasus hukum yang mendera sejumlah kades.

“Kami mendengar apa tuntutan kades ini, semoga ke depan tidak ada lagi kades terjerat hukum,” ujar Alfian.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Iin Aminudin mengomentari soal pengembalian mobil operasional kades. Menurutnya, meski dikembalikan, pada prinsipnya itu mobil operasional kades.

“Jadi tadi kumpul sama Apdesi ini bentuk solidaritas. Prinsipnya, mobil desa milik pemerintah desa, jadi di sini dititiplah,” pungkasnya. (Iman/PanduDesa

About Pemdes Cikupa 279 Articles
Hayu Ngamajukeun Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan