Kemendikbud Targetkan 818 Ribu Penerima Kartu KIP Kuliah

Ilustrasi Kartu KIP Kuliah (sumber gambar : https://siedoo.com/)

cikupa-karangnunggal.desa.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan 818 ribu mahasiswa mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pemegang KIP Kuliah nantinya bakal mendapat bantuan biaya kuliah Rp2,4 juta per semester dan bantuan biaya hidup Rp4,2 juta per semester.

KIP Kuliah ini bisa dimanfaatkan berdasarkan dua kategori, yakni KIP Kuliah dan KIP Kuliah Afirmasi yang mencakup mahasiswa penyandang disabilitas, peserta program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk Orang Asli Papua di wilayah Papua dan Papua Barat, termasuk mahasiswa di wilayah terdepan, terluar atau tertinggal (3T) dan wilayah terdampak bencana atau konflik sosial.

Adapun pendaftarannya dapat mulai dilakukan pada awal Maret melalui laman resmi KIP Kuliah Kemendikbud. Waktu pendaftaran ini mundur dari jadwal sebelumnya, yakni 21 Februari 2020.

Melansir dari siedoo.com, berikut syarat untuk mengajukan KIP Kuliah 2020 :

Cakupan KIP Kuliah:

  1. Pendaftaran KIP-Kuliah tidak dikenakan biaya.
  2. KIP-Kuliah membebaskan biaya pendaftaran seleksi masuk SBMPTN serta seleksi lain yang ditetapkan oleh masing-masing panitia dan perguruan tinggi.
  3. Penggantian biaya kedatangan pertama untuk pendaftar KIP-Kuliah yang ditetapkan sebagai penerima KIP-Kuliah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
  4. Bebas biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi.
  5. Subsidi biaya hidup sebesar Rp 700.000/bulan yang disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di masing-masing wilayah.

Syarat KIP Kuliah:

  1. Penerima KIP-Kuliah adalah siswa SMA atau sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus 2 (dua) tahun sebelumnya.
  2. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah.
  3. Dinyatakan lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru, dan diterima di PTN atau PTS pada Prodi dengan Akreditasi A atau B, dan dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada Prodi dengan Akreditasi C.
  4. Keterbatasan ekonomi dibuktikan dengan kepemilikan program bantuan nasional dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar atau Kartu Keluarga Sejahtera.
  5. Dalam hal mahasiswa belum memiliki Kartu Indonesia Pintar atau orang tua/wali Mahasiswa belum memiliki Kartu Keluarga Sejahtera, dapat diberikan bantuan biaya pendidikan setelah memenuhi persyaratan tidak mampu secara ekonomi sesuai dengan ketentuan.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainum Na’im mengatakan dari jumlah tersebut, 418 ribu di antaranya adalah mahasiswa yang sudah menerima Beasiswa Bidikmisi sejak 2016 sampai 2019, dan sebanyak 400 ribu lainnya adalah mahasiswa baru.

“Tidak ada perubahan apapun terhadap program bantuan pendidikan yang sedang diterima. Sesuai rencana, dana Bidikmisi semester genap akan dicarikan pada awal Maret 2020,” ujarnya seperti dikutip cnnindonesia.com, Selasa (18/2).

“Bagi calon mahasiswa yang membutuhkan dukungan KIP kuliah, diharapkan untuk tenang dan memantau perkembangan di kanal Kemendikbud. Informasi lebih lengkap terkait KIP Kuliah akan diumumkan pada awal Maret,” tutur Ainun.

Lebih lanjut ia mengatakan, Calon mahasiswa yang bisa mendaftarkan diri untuk KIP Kuliah adalah yang keluarganya memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Jika belum terdaftar, peserta bisa mendapatkan KIP Kuliah melalui seleksi dan verifikasi kondisi ekonomi oleh perguruan tinggi yang diajukan.

Sedangkan untuk pendaftaran online calon mahasiswa harus memiliki Nomer Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan alamat email. Setelah mendaftarkan diri peserta bakal mendapat nomor pendaftaran dan kode akses untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

KIP Kuliah merupakan salah satu kebijakan besutan Presiden RI Joko Widodo di periode keduanya menjabat, menyusul KIP yang sudah ada sejak 2014 lalu. Melalui kartu ini, Jokowi membebaskan siswa memilih jurusan pada universitas yang diinginkan. (TimRed*)

(sumber : cnnindonesia)

About Pemdes Cikupa 279 Articles
Hayu Ngamajukeun Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan