Tahun 2020, Bantuan Penerima Non Tunai Naik Jadi Rp 150 Ribu

Ilustrasi BPNT, foto : https://radarpekalongan.co.id/

Jakarta – Bantuan Penerima Non Tunai (BPNT) untuk tahun 2020 resmi naik menjadi Rp 150.000 dari sebelumnya Rp 110.000. Bantuan tersebut mulai berlaku efektif sejak hari ini.

“Hari ini kita mensosialisasikan program sembako murah atau biasa disebut BPNT, kita mengundang seluruh unsur daerah. Kita mensosialisasikan, karena ada beberapa yang baru. Contohnya misalnya nilai dari BPNT tahun ini adalah Rp 150.000 per KPM (keluarga penerima manfaat) per bulan. Ada peningkatan Rp 40.000 dari sebelumnya Rp 110.000,” jelas Menteri Sosial Juliari Batubara usai pembukaan Sosialisasi Program Sembako Murah 2020 di Hotel Swiss-Belhotel, Mangga Besar, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Juliari mengatakan secara teknis tidak ada perubahan metode penyaluran bantuan. Bantuan akan diberikan dalam bentuk uang non-tunai dan dicairkan dengan Kartu Keluarga Sejahtera yang dimiliki masing-masing KPM.

“Seperti yang berjalan, tidak ada berubah di distribusinya. Dalam bentuk uang (non-tunai), nanti uang itu kan dibelanjakan di e-warong yang ada di daerah-daerah,” jelas Juliari.

Jika pada BPNT sebelumnya setiap KPM mendapat jatah untuk belanja beras dan telur, maka kini jenis makanan yang didapat lebih bervariasi. BPNT yang mereka dapat bisa digunakan untuk membeli daging ayam, ikan, dan sayuran.

“Kalau sebelumnya jenis makanannya beras dan telur, (sekarang) ditambah. Tambahannya daging ayam, ikan, dan sayur-sayuran, khususnya kacang-kacangan. Ini juga ada tujuan tertentunya, yaitu juga meng-address permasalahan stunting yang masih cukup tinggi,” lanjut Juliari.

BPNT akan disalurkan kepada 15,6 juta KPM di seluruh Indonesia. Namun, Juliari tidak menutup kemungkinan angka tersebut akan terus dievaluasi oleh Kemensos.

“Iya, angkanya dinamis kan ya. Sekarang dalam waktu dekat akan menetapkan angka pastinya. Ini kan baru tahap pertama bulan pertama. Memang angka tahun lalu 15,6 (juta) dan masih kita gunakan. Tapi akan kita evaluasi angka tersebut, masih valid atau tidak,” kata Juliari.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada jajaran Dinas Sosial (Dinsos) di tiap daerah untuk terus memperbarui data KPM di daerah masing-masing. Hal ini agar BPNT dapat disalurkan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.

“Tolong ini saya ingin sekali lagi, teman-teman dari daerahnya, kepala dinas-kepala dinas, tikor (tim koordinasi), Pak Sekda, tolong data-data di daerahnya dilihat lagi. Supaya benar-benar kita memberi bansos pangan ini, program BPNT kepada saudara kita yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Juliari menyebut program BPNT ini turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan per September 2019 berdasarkan survei BPS.

“Survei BPS terakhir di situ disebutkan memang adanya penurunan angka kemiskinan dari 9,41 persen (Maret 2019) menjadi 9,22 persen (September 2019). Itu juga adalah prestasi kita semua yang hadir di sini. Karena di resumenya juga ditulis antara lain berkat program BPNT,” jelas Juliari. (sumber : news.detik.com)

About Pemdes Cikupa 279 Articles
Hayu Ngamajukeun Desa

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan